Sistem
Kardiovaskuler

Kelompok 8
Nurwahidah (K111 14 048)
Departemen
Keselamatan dan kesehatan Kerja
Fakultas Kesehatan
Masyarakat
Universitas
Hasanuddin
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Puji
Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenaan-Nya makalah yang
berjudul “Sistem Kardiovaskuler” tahun 2016 dapat diselesaikan.
Dalam
penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah
membimbing kami dalam menyusun makalah. Semoga dapat menuntun kami pada langkah
yang lebih baik lagi.
Meskipun
kami berharap isi dari makalah ini sudah baik, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang membangun agar makalah
ini dapat lebih baik lagi.
Akhir
kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil makalah kami ini bermanfaat.
Makassar, 03 Oktober 2016
Penyusun,
Kelompok
8
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL.......................................................................................... i
KATA
PENGANTAR............................................................................. ii
DAFTAR
ISI............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan ...................................................................................... ............. 2
BAB
II PEMBAHASAN........................................................................
3
A. Pengertian Sistem Kardiovaskuler........................................................ 3
B. Komponen Utama Sistem
Kardiovaskuler........................................... 3
C. Penyebab terkena Penyakit Sistem
Kardiovaskuler Pada
Pekerja................................................................................................... 11
BAB
III PENUTUP ........................................................................................... 13
A. Kesimpulan .......................................................................................... 13
B. Saran..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler.
Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam
hal ini mencakup sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung
komponen darah dan pembuluh darah. Pusat peredaran darah atau sirkulasi
darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot yang berdenyut secara
ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan darah mengalir
dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri atas
arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan
vena
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari
jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan
mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di
perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak
mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas
tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas
jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih
banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang
berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.
Sistem kardiovaskuler merupakan
sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan
ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung,
dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung,dan
vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai
bagian tubuh.Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar
kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri.Jantung dibungkus oleh
suatu selaput yang disebut perikardium.Jantung bertanggung jawab untuk
mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang
melengkapinya.Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara
periodik.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian Sistem Kardiovaskuler?
2. Apa komponen utama sistem kardiovaskuler?
3. Apa
Penyebab terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja?
C. Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian Sistem Kardiovaskuler
2.
Mengetahui komponen
utama sistem kardiovaskuler
3.
Mengetahui penyebab terkena Penyakit
Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskular, juga dikenal sebagai sistem peredaran
darah, adalah sistem dari tubuh yang terdiri dari jantung, darah, dan pembuluh
darah. Sistem kardiovaskular bertanggung jawab untuk mengangkut darah. Sistem
kardiovaskuler merupakan suatu sistem yang secara umum berperan mengedarkan
darah ke seluruh tubuh, sekaligus membawa oksigen dan zat gizi ke semua
jaringan tubuh serta mengangkut semua zat buangan.
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang
terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi
memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh
yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler
memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat
merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai
darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi.
B.
Komponen Utama Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskular merupakan
suatu sistem transpor tertutup yang terdiri atas:
1. Jantung, sebagai organ pemompa.
2. Komponen darah, sebagai pembawa materi oksigen dan
nutrisi.
3. Saluran darah, sebagai media yang
mengalirkan komponen darah.
1.
Jantung
Jantung merupakan
suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen
ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung
melaksanakan fungsi tersebut
dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam
paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Jantung kemudian
mengumpulkan darah yang
kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.
a.
Ukuran dan Lokasi
Sistem Kardiovaskuler
terdiri dari darah,jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam
mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak
di bagian kanan dari garis tengah tubuh.
Berat jantung orang
dewasa laki-laki 300-350gr, berat jantung orang dewasa wanita 250-350 gr.
Panjang jantung 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6 cm atau 4 gr/kg dari berat badan
ideal.
b.
Bagian-Bagian Lapisan Jantung
1.
Perikardium
Fungsi jaringan ini :
Ø Melindungi
jantung
Ø Menjaga bentuk
jantung
Ø Mencegah
pemasukan darah yang berlebih pada jantung.
2. Myokardium
Ø Lapisan tengah
(utama) dari jantung
Ø Miokardium
tersusun atas jaringan otot jantung
Ø Fungsi utama adalah
dalam kontraksi jantung di bagian ventrikel lebih tebal dibanding atrium.
3. Endokardium
Ø Lapisan bagian
dalam jantung
Ø Letaknya di
lapisan bagian dalam jantung
Ø Melindungi
rongga jantung dan katup-katup.
c.
Bagian-bagian Jantung
1. Ruang-ruang Jantung
Berbicara mengenai
anatomi jantung maka organ jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 ruang yang
berdinding tipis disebut dengan atrium (serambi), dan 2 ruang yang berdinding
tebal yang disebut dengan ventrikel (bilik).
Atrium
dan ventrikel jantung ini masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup,
sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang
dinamakan dengan septum.
Jantung
terdiri dari beberapa ruang jantung yaitu atrium dan ventrikel yang
masing-masing dari ruang jantung tersebut dibagi menjadi dua yaitu atrium kanan
kiri, serta ventrikel kiri dan kanan.
a. Atrium
Berikut fungsi dari masing-masing atrium jantung tersebut yaitu :
Berikut fungsi dari masing-masing atrium jantung tersebut yaitu :
Ø Atrium kanan berfungsi
sebagai penampungan (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh.
Darah tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena kava inferior, serta
sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Kemudian darah dipompakan
ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kanan menerima darah
de-oksigen dari tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas)
dan inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial
mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium
berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid
yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk
membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan
Ø Atrium kiri menerima darah
yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian
darah mengalir ke ventrikel kiri dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui
aorta. Atrium kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru.
Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah
melewati katup mitral ke ventrikel kiri
b. Ventrikel
Berikut adalah fungsi ventrikel yaitu :
Berikut adalah fungsi ventrikel yaitu :
Ø Ventrikel kanan menerima darah
dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup
paru menuju ke arteri paru tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel
dengan darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel
kanan, menutup katup trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup
trikuspid mencegah darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan katup paru
memungkinkan darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru.
Ø Ventrikel kiri menerima darah
dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Ventrikel kiri
menerima darah yang mengandung oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah
melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup,
memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, dan
berkontraksi. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup
aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium
kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan
mengalir ke seluruh tubuh.
2.
Katup-katup Jantung
Katub jantung ini terdiri dari 4 yaitu :
Ø Katup Trikuspidalis
Katup trikuspidalis berada diantara
atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan
mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi
mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada
saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3
daun katup.
Ø Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
Ø Katup Bikuspid (Bikuspidalis)
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
Ø Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup
yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel
kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya
katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah
masuk kembali kedalam ventrikel kiri.
2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah
prasarana jalan bagi aliran darah. Secara garis besar peredaran darah dibedakan
menjadi dua, yaitu peredaran darah besar yaitu dari jantung ke seluruh tubuh,
kembali ke jantung (surkulasi sistemik), dan peredaran darah kecil, yaitu dari
jantung ke paru-paru, kembali ke jantung (sirkulasi pulmonal).
Pembuluh darah terdiri atas :
a. Pembuluh
Nadi (arteri)
Arteri
merupakan pembuluh yang membawa darah keluar jantung. Letak arteri agak
ke dalam dan permukaan tubuh. Jika arteri terluka, darah akan memancar
keluar.Pembuluh ini memiliki lapisan elastis yang tebal, sehingga mampu menahan
tekanan darah yang berasal dan jantung. Denyutnya terasa hanya pada bagian
tubuh tertentu, misalnya di pergelangan tangan atau daerah leher, dan mempunyai
satu katup dekat jantung. Katup ini berfungsi
untuk menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke dalam bilik jantung.
Pembuluh nadi yang
berpangkal pada bulik kiri dan kanan jantung disebut aorta (pembuluh nadi
utama). Aorta bilik kiri akan mengangkut darah bersih yang kaya oksigen.
Aorta bilik kiri akan bercabang menjadi arteri dan yang terkecil disebut arteriole.
Aorta bilik kanan akan bercabang dua menjadi pembuluh nadi paru-paru kanan dan
kiri (arteri pulmonalis). Pembuluh nadi ini membawa darah kotor yang
kaya karbon dioksida.
b. Pembuluh Balik
(Vena)
Vena mempunyai lapisan elastis yang
lebih tipis dan arteri, sehingga tidak sekuat dan selentur arteri. Pembuluh ini
terletak dekat permukaan kulit, tampak kebirubiruan, denyutnya tidak terasa,
jika terluka, darah tidak memancar keluar, dan memiliki katup sepanjang
pembuluh. Katup ini berfungsi agar aliran darah berlangsung satu arah
dan menjaga agar darah tetap mengalir karena tidak adanya pompa pada aliran
darah di vena. Pembuluh balik terdiri atas pembuluh balik besar dan pembuluh
balik paru paru. Pembuluh balik besar mengangkut darah
yang berasal dan seluruh
tubuh menuju serambi kanan jantung. Pembuluh ini membawa darah yang kaya karbon
dioksida. Pembuluh balik besar ada dua macam, yaitu
Ø pembuluh
balik besar atas (vena cava superior)
Berfungsi
mengangkut darah yang berasal dan kepala dan tangan ke serambi kanan jantung.
Ø pembuluh
balik besar bawah (vena cava inferior).
Berfungsi
untuk mengangkut darah yang berasal dan tubuh dan kaki ke serambi
kanan jantung.
c.
Pembuluh Kapiler
Arteri terkecil
(arteriole) dan vena terkecil (venule) dihubungkan oleh
pembuluh kapiler. Kapiler sangat halus berdinding tipis karena hanya teridir
atas selapis sel, dan berukuran sangat kecil sekitar 7,5 mikron. Kapiler inilah
yang berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh.
3. Darah
Darah manusia adalah
cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang
diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh
dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai
bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai
penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah..
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai
merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh
hemoglobin.
a.
Pembagian darah
1. Plasma darah 55 %
Unsur ini
merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah
mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma
darah berfungsi untuk mengangkut sarimakanan ke sel-sel serta membawa sisa
pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan
zat kekebalan tubuhterhadap penyakit atau zat antibodi.
2. Sel-sel darah 45 %; terdiri dari:
Ø Sel darah merah (eritrosit)
Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/
bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007
mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2
juta).warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat
yangdisebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak
mengandung oksigen.
Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari
paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuhdan mengikat karbon dioksida
dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa
berkurang,demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila
kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanyadisebabkan
oleh perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit,dan tempat pembuatan
eritrosit terganggu.
Ø Sel darah putih (leukosit)
Bentuk dansifat leukosit berlainan dengan sifat
eritrosit apabila kitalihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya
yang dapat berubah-ubahdandapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu
(pseudopodia),mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat
dibedakan menurutinti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam
1 mm3 darahkira-kira 6000-9000.
Fungsinya sebagai
pertahanan tubuh yaitu membunuhdanmemakan bibit penyakit / bakteri yang masuk
ke dalam jaringan res (sistemretikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam
limpa dan kelenjar limfe;sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat
lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.
Ø keping-keping darah (trombosit)
Trombosit merupakan
benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang
bulat dan lonjong, warnanya putih,normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.
Fungsinya memegang
peranan penting dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal, maka
kalau ada luka darah tidak lekasmembeku sehingga timbul perdarahan yang terus-
menerus. Trombosit lebihdari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang
kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.
C.
Penyebab
terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja
Beberapa penyebab yang terkait dengan penyakit sistem
kardiovaskuler pada pekerja adalah :
1.
Pekerjaan yang Memiliki Jam Kerja yang Panjang
Karyawan dengan jam
kerja panjang juga berisiko. Resiko untuk terkena penyakit jantung. Dari sebuah
studi menyebutkan para pegawai pemerintah Inggris, ditemukan bahwa risiko
penyakit jantung meningkat sebesar 67% pada orang yang bekerja selama 11 jam,
dibandingkan dengan pekerja yang hanya bekerja selama 7 sampai dengan 8 jam.
2.
Kebisingan
di tempat kerja
Beberapa penelitian yang dilakukan, menemukan bahwa
kebisingan memberikan efek buruk pada kesehatan, salah satunya pengaruh bising
terhadap peningkatan tekanan darah. Kebisingan direspon oleh otak yang merasakan
pengalaman ini sebagai ancaman atau stress, dimana stress akan mempengaruhi
sistim saraf yang kemudian berpengaruh pada detak jantung, akan berakibat
perubahan tekanan darah. Meningkatnya tekanan darah dapat
terjadi melalui beberapa cara seperti: jantung memompa lebih kuat, arteri besar
kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku atau bertambahnya cairan dalam
sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah
3.
Stres Kerja
Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Stres sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem peredaran darah dan saraf. Suatu penelitian menyatakan bahwa stres akut memicu berkurangnya aliran darah ke jantung sehingga meningkatkan pembekuan darah pada jantung.
Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Stres sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem peredaran darah dan saraf. Suatu penelitian menyatakan bahwa stres akut memicu berkurangnya aliran darah ke jantung sehingga meningkatkan pembekuan darah pada jantung.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ø Sistem
kardiovaskular, juga dikenal sebagai sistem peredaran darah, adalah sistem dari
tubuh yang terdiri dari jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem
kardiovaskular bertanggung jawab untuk mengangkut darah.
Ø Beberapa
penyebab yang terkait dengan penyakit sistem kardiovaskuler pada pekerja adalah
Pekerjaan yang Memiliki Jam Kerja yang Panjang, Kebisingan di
tempat kerja dan Stres Kerja.
B.
Saran
Sangat penting sekali untuk memahai sistem kardiovaskuler secara tepat
agar terhindar dari kelalaian baik itu dirumah, tempat kerja maupun di alam
yang berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh akibat kurangnya aktifitas positif
untuk memberikan kesehatan terhadap jantung sebagai pusat kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Brunner,
Suddarth, (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta, Buku Kedokteran EGC. https://tiahafizah.wordpress.com/2014/01/30/makalah-sistem-peredaran-darah/
diakses pada tanggal 28 September 2016.
Elyn,
C Pearce 2007.Anatomi dan Fisiologi untuk paramedis.PT.Gramedia,Jakarta
Hastuti E. Pengaruh Bising Terhadap
Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja di Bandara Ahmad Yani Semarang
[Tesis]. [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2004.
Sanjoyo,Raden.2005.SistemKardiovaskuler. http://yoyoke.web.ugm.ac.id/download/farmakologi.pdf Diakses
tanggal 28 September 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar