Jumat, 11 November 2016

Sistem Kardiovaskuler



Sistem Kardiovaskuler

Description: Unhas1.JPG

Kelompok 8

Nurwahidah (K111 14 048)

Departemen Keselamatan dan kesehatan Kerja
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin
2016


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenaan-Nya makalah yang berjudul “Sistem Kardiovaskuler” tahun 2016 dapat diselesaikan.
            Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah. Semoga dapat menuntun kami pada langkah yang lebih baik lagi.
            Meskipun kami berharap isi dari makalah ini sudah baik, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
            Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil makalah kami ini bermanfaat.



                                                                                     Makassar, 03 Oktober 2016
                                                             Penyusun,

                        Kelompok 8



DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL.......................................................................................... i
KATA PENGANTAR.............................................................................              ii
DAFTAR ISI.............................................................................................             iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan ...................................................................................... ............. 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................              3
A. Pengertian Sistem Kardiovaskuler........................................................   3
B. Komponen Utama Sistem Kardiovaskuler...........................................   3
C. Penyebab terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada
    Pekerja................................................................................................... 11
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 13
A. Kesimpulan .......................................................................................... 13
B. Saran..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................   14










BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung  komponen darah dan pembuluh darah. Pusat peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah pompa berotot yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap denyut menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu jaringan tertutup yang terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian kembali ke jantung melalui venula dan vena
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung,dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh.Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri.Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium.Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya.Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Sistem Kardiovaskuler?
2.      Apa komponen utama sistem kardiovaskuler?
3.      Apa Penyebab terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian Sistem Kardiovaskuler
2.      Mengetahui komponen utama sistem kardiovaskuler
3.      Mengetahui penyebab terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sistem Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskular, juga dikenal sebagai sistem peredaran darah, adalah sistem dari tubuh yang terdiri dari jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem kardiovaskular bertanggung jawab untuk mengangkut darah. Sistem kardiovaskuler merupakan suatu sistem yang secara umum berperan mengedarkan darah ke seluruh tubuh, sekaligus membawa oksigen dan zat gizi ke semua jaringan tubuh serta mengangkut semua zat buangan.
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi.

B.     Komponen Utama Sistem Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem transpor tertutup yang terdiri atas:
1.      Jantung, sebagai organ pemompa.
2.       Komponen darah, sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi.
3.      Saluran darah, sebagai media yang mengalirkan komponen darah.

1.        Jantung
Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke  dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

a.      Ukuran dan Lokasi
Sistem Kardiovaskuler terdiri dari darah,jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh.
Berat jantung orang dewasa laki-laki 300-350gr, berat jantung orang dewasa wanita 250-350 gr. Panjang jantung 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6 cm atau 4 gr/kg dari berat badan ideal.

b.      Bagian-Bagian Lapisan Jantung

1.       Perikardium
Fungsi jaringan ini :
Ø  Melindungi jantung
Ø  Menjaga bentuk jantung
Ø  Mencegah pemasukan darah yang  berlebih pada jantung.
2.      Myokardium
Ø  Lapisan tengah (utama) dari jantung
Ø   Miokardium tersusun atas jaringan otot jantung
Ø  Fungsi utama adalah dalam kontraksi jantung di bagian ventrikel lebih tebal dibanding atrium.
3.      Endokardium
Ø  Lapisan bagian dalam jantung
Ø  Letaknya di lapisan bagian dalam jantung
Ø  Melindungi rongga jantung dan katup-katup.
c.       Bagian-bagian Jantung
1.      Ruang-ruang Jantung
Berbicara mengenai anatomi jantung maka organ jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 ruang yang berdinding tipis disebut dengan atrium (serambi), dan 2 ruang yang berdinding tebal yang disebut dengan ventrikel (bilik).
Atrium dan ventrikel jantung ini masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum.
Jantung terdiri dari beberapa ruang jantung yaitu atrium dan ventrikel yang masing-masing dari ruang jantung tersebut dibagi menjadi dua yaitu atrium kanan kiri, serta ventrikel kiri dan kanan.
a.      Atrium
Berikut fungsi dari masing-masing atrium jantung tersebut yaitu :
Ø  Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan (reservoir) darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena kava superior, vena kava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru. Atrium kanan menerima darah de-oksigen dari tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas) dan inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan
Ø  Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta. Atrium kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru. Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri
b.      Ventrikel
Berikut adalah fungsi ventrikel yaitu :
Ø  Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup paru menuju ke arteri paru tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan, menutup katup trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru.
Ø  Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, dan berkontraksi. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh.

2.      Katup-katup Jantung
Katub jantung ini terdiri dari 4 yaitu :
Ø  Katup Trikuspidalis
Katup trikuspidalis berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.
Ø  Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
Ø  Katup Bikuspid (Bikuspidalis)
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
Ø  Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.

2.      Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah. Secara garis besar peredaran darah dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah besar yaitu dari jantung ke seluruh tubuh, kembali ke jantung (surkulasi sistemik), dan peredaran darah kecil, yaitu dari jantung ke paru-paru, kembali ke jantung (sirkulasi pulmonal).
Pembuluh darah terdiri atas :
a.      Pembuluh Nadi (arteri)
Arteri merupakan pembuluh yang membawa darah keluar jantung. Letak arteri agak ke dalam dan permukaan tubuh. Jika arteri terluka, darah akan memancar keluar.Pembuluh ini memiliki lapisan elastis yang tebal, sehingga mampu menahan tekanan darah yang berasal dan jantung. Denyutnya terasa hanya pada bagian tubuh tertentu, misalnya di pergelangan tangan atau daerah leher, dan mempunyai satu katup dekat jantung. Katup ini berfungsi untuk menjaga agar darah tidak mengalir kembali ke dalam bilik jantung.
Pembuluh nadi yang berpangkal pada bulik kiri dan kanan jantung disebut aorta (pembuluh nadi utama). Aorta bilik kiri akan mengangkut darah bersih yang kaya oksigen. Aorta bilik kiri akan bercabang menjadi arteri dan yang terkecil disebut arteriole. Aorta bilik kanan akan bercabang dua menjadi pembuluh nadi paru-paru kanan dan kiri (arteri pulmonalis). Pembuluh nadi ini membawa darah kotor yang kaya karbon dioksida. 

b.      Pembuluh Balik (Vena)
Vena mempunyai lapisan elastis yang lebih tipis dan arteri, sehingga tidak sekuat dan selentur arteri. Pembuluh ini terletak dekat permukaan kulit, tampak kebirubiruan, denyutnya tidak terasa, jika terluka, darah tidak memancar keluar, dan memiliki katup sepanjang pembuluh. Katup ini berfungsi agar aliran darah berlangsung satu arah dan menjaga agar darah tetap mengalir karena tidak adanya pompa pada aliran darah di vena. Pembuluh balik terdiri atas pembuluh balik besar dan pembuluh balik paru paru. Pembuluh balik besar mengangkut darah yang berasal dan seluruh tubuh menuju serambi kanan jantung. Pembuluh ini membawa darah yang kaya karbon dioksida. Pembuluh balik besar ada dua macam, yaitu
Ø  pembuluh balik besar atas (vena cava superior) 
Berfungsi mengangkut darah yang berasal dan kepala dan tangan ke serambi kanan jantung.
Ø  pembuluh balik besar bawah (vena cava inferior).
Berfungsi untuk mengangkut darah yang berasal dan tubuh dan kaki ke serambi kanan jantung.
c.       Pembuluh Kapiler 

Arteri terkecil (arteriole) dan vena terkecil (venule) dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Kapiler sangat halus berdinding tipis karena hanya teridir atas selapis sel, dan berukuran sangat kecil sekitar 7,5 mikron. Kapiler inilah yang berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. 

3.      Darah
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin.
a.      Pembagian darah
1.      Plasma darah 55 %
Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sarimakanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuhterhadap penyakit atau zat antibodi.
2.      Sel-sel darah 45 %; terdiri dari:
Ø  Sel darah merah (eritrosit)
Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta).warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yangdisebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen.
Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuhdan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa berkurang,demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanyadisebabkan oleh perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit,dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.
Ø  Sel darah putih (leukosit)
Bentuk dansifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kitalihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubahdandapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia),mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurutinti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darahkira-kira 6000-9000.
Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuhdanmemakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan res (sistemretikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe;sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.
Ø  keping-keping darah (trombosit)
Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih,normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.
Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekasmembeku sehingga timbul perdarahan yang terus- menerus. Trombosit lebihdari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.

C.    Penyebab terkena Penyakit Sistem Kardiovaskuler Pada Pekerja
Beberapa penyebab yang terkait dengan penyakit sistem kardiovaskuler pada pekerja adalah :
1.      Pekerjaan yang Memiliki Jam Kerja yang Panjang
Karyawan dengan jam kerja panjang juga berisiko. Resiko untuk terkena penyakit jantung. Dari sebuah studi menyebutkan para pegawai pemerintah Inggris, ditemukan bahwa risiko penyakit jantung meningkat sebesar 67% pada orang yang bekerja selama 11 jam, dibandingkan dengan pekerja yang hanya bekerja selama 7 sampai dengan 8 jam.
2.      Kebisingan di tempat kerja
Beberapa penelitian yang dilakukan, menemukan bahwa kebisingan memberikan efek buruk pada kesehatan, salah satunya pengaruh bising terhadap peningkatan tekanan darah. Kebisingan direspon oleh otak yang merasakan pengalaman ini sebagai ancaman atau stress, dimana stress akan mempengaruhi sistim saraf yang kemudian berpengaruh pada detak jantung, akan berakibat perubahan tekanan darah. Meningkatnya tekanan darah dapat terjadi melalui beberapa cara seperti: jantung memompa lebih kuat, arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku atau bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah
3.      Stres Kerja
      Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Stres sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem peredaran darah dan saraf. Suatu penelitian menyatakan bahwa stres akut memicu berkurangnya aliran darah ke jantung sehingga meningkatkan pembekuan darah pada jantung.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ø  Sistem kardiovaskular, juga dikenal sebagai sistem peredaran darah, adalah sistem dari tubuh yang terdiri dari jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem kardiovaskular bertanggung jawab untuk mengangkut darah.
Ø  Beberapa penyebab yang terkait dengan penyakit sistem kardiovaskuler pada pekerja adalah Pekerjaan yang Memiliki Jam Kerja yang Panjang, Kebisingan di tempat kerja dan Stres Kerja.

B.     Saran
Sangat penting sekali untuk memahai sistem kardiovaskuler secara tepat agar terhindar dari kelalaian baik itu dirumah, tempat kerja maupun di alam yang berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh akibat kurangnya aktifitas positif untuk memberikan kesehatan terhadap jantung sebagai pusat kehidupan.




DAFTAR PUSTAKA

Brunner, Suddarth, (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta, Buku Kedokteran EGC. https://tiahafizah.wordpress.com/2014/01/30/makalah-sistem-peredaran-darah/  diakses pada tanggal 28 September 2016.

Elyn, C Pearce 2007.Anatomi dan Fisiologi untuk paramedis.PT.Gramedia,Jakarta
Hastuti E. Pengaruh Bising Terhadap Kenaikan Tekanan Darah Pada Pekerja di Bandara Ahmad Yani Semarang [Tesis]. [Semarang]: Universitas Diponegoro; 2004.
Sanjoyo,Raden.2005.SistemKardiovaskuler. http://yoyoke.web.ugm.ac.id/download/farmakologi.pdf Diakses tanggal 28 September 2016.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar