Jumat, 11 November 2016

Ergonomi Kerja

Hubungan tenaga Kerja dan Mesin, Perbedaan Manusia dan Mesin serta Sistem Kerja Manusia-Mesin

Description: Unhas1.JPG
Kelompok 6
Zakinah Wahyu Kaniah ( K111 14 038 )
Dahlia Nur Ahdiat Dani ( K111 14 047 )
Nurwahidah ( K111 14 048 )
Faradiba ( K111 14 051 )
Farhan Bilondatu ( K111 14 316 )
Muh. Arfandi Setiawan ( K111 14 333 )
Shabrina Fauziah M. ( K111 14 514 )

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanuddin
2016


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenaan-Nya makalah yang berjudul “Hubungan tenaga Kerja dan Mesin, Perbedaan Manusia dan Mesin serta Sistem Kerja Manusia-Mesin” tahun 2016 dapat diselesaikan.
            Dalam penyusunannya, kami mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah. Semoga dapat menuntun kami pada langkah yang lebih baik lagi.
            Meskipun kami berharap isi dari makalah ini sudah baik, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
            Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, semoga hasil makalah kami ini bermanfaat.



                                                                                     Makassar, 06 Oktober  2016
                                                             Penyusun,

                        Kelompok 6


DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL...........................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................              ii
DAFTAR ISI.............................................................................................             iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................              2
A. Hubungan Tenaga Kerja dan mesin......................................................   2
B. Perbedaan Manusia dan Mesin.............................................................   4
C. Sistem Kerja Mansia-Mesin..................................................................   6
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 10
A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
B. Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................   11



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Setiap perusahaan dalam melaksanakan proses produksi tidak dapat hanya mengandalkan pemanfaatan fasilitas  dengan teknologi modern, Karena sistem produksi membutuhkan jasa tenaga kerja untuk memperlancar proses produksi yang akan bermanfaat bagi masyarakat. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam proses produksi untuk menghasilkan barang ataupun jasa disamping factor produksi modal,, teknologi, dan sumber daya alam.
Perkembangan teknologi saat ini begitu pesatnya, sehingga peralatan sudah menjadi kebutuhan pokok pada berbagai lapangan pekerjaan. Artinya peralatan dan teknologi merupakan penunjang yang penting dalam upaya meningkatkan produktivitas untuk berbagai jenis pekerjaan. Disamping itu disisi lain akan terjadi dampak negatifnya, bila kita kurang waspada menghadapi bahaya potensial yang mungkin timbul.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu Hubungan Tenaga Kerja dan Mesin?
2.      Apa itu Perbedaan Manusia dan Mesin?
3.      Bagaimana Sistem Kerja Manusia-Mesin?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui Hubungan Tenaga Kerja dan Mesin
2.      Untuk mengetahui Perbedaan Manusia dan Mesin
3.      Untuk mengetahui Sistem Kerja Manusia-Mesin



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hubungan Tenaga Kerja dan Mesin
Tenaga kerja adalah orang yang melaksanakan dan menggerakkan segala kegiatan, menggunakan peralatan dengan teknologi dalam menghasilkan barang dan jasa yang bernilai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Skala usaha akan memengaruhi besar kecilnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya perusahaan kecil akan membutuhkan jumlah tenaga kerja yang sedikit, dan sebaliknya perusahaan besar lebih banyak membutuhkan tenaga kerja. Dalam analisis ketenagakerjaan sering dikaitkan dengan tahapan pekerjaan dalam perusahaan, hal seperti ini sangat penting untuk melihat alokasi sebaran penggunaan tenaga kerja selama proses produksi sehingga kelebihan tenaga kerja pada kegiatan tertentu dapat dihindari.
Mesin merupakan alat bantu untuk melakukan proses transformasi atau proses pengolahan dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Mesin sangat memegang peranan penting dalam proses pengolahan, Karena tanpa adanya mesin, proses produksi tidak akan efisien, juga hasil yang didapat tidak optimal.Kapasitas mesin terdiri dari kapasitas terpasang dan kapasitas terpakai. Kapasitas terpasang merupakan jumlah maksimum dari bahan baku yang dapat diolah oleh mesin tersebut. Sedangkan kapasitas terpakai merupakan jumlah minimum dari bahan baku yang dapat diolah oleh mesin.
Macam-macam Hubungan (Interaksi) Manusia – mesin :
1.      Sistem manusia – mesin secara Manual
Ø Masukan ( Input) akan langsung ditransformasikan oleh manusia     menjadi keluaran (output)
Ø Manusia memegang kendali secara penuh dalam menjalankan          aktifitas
Ø Mesin hanya sekedar menambah kemampuan dalam             menyelesaikan aktifitas.
Ø Manusia sebagai sumber tenaga (Power) dan sekaligus fungsi           kendali (Control).
2.      Sistem manusia – mesin secara Semi-otomatis
Ø Adanya mekanisme khusus yg akan mengolah masukan (input)        atau informasi dari luar sebelum masuk kedalam system manusia
Ø Reaksi yg berasal dari Sistem Manusia akan diolah atau dikontrol    terlebih dahulu melalui suatu mekanisme tertentu, sebelum suatu         output berhasil diproses oleh mesin
Ø Mesin yg memberikan sumber tenanga (Power) - Manusia yg           melakukan proses kendali (Control).
3.      Sistem manusia – mesin secara Otomatis
Ø Mesin memegang peranan penuh secara langsung.
Ø Mesin sebagai penerima rangsangan dari luar.
Ø Mesin juga sebagai pengendali aktifitas .
Ø Manusia hanya memonitor agar mesin dapat bekerja secara baik.
Ø Manusia dapat memasukan data atau mengganti program apabila     diperlukan.
Ø Mesin berfungsi penuh sebagai sumber tenanga (Power) &   Pengendali (Control) aktifitas.








B.     Perbedaan Manusia dan Mesin
Tabel Perbedaan Manusia dan Mesin berdasarkan objek :
No.
Obyek
Manusia
Mesin
1.
Kecepatan kerja
Lambat
Cepat
2.
Tenaga
Kecil, terbatas, berubah 
Dapat diatur, besar, tetap
3.
Keseragaman 
Tidak dapat diandalkan 
Dapat
4.
Ingatan 
Bermacam – macam 
Tertentu 
5.
Kalkulasi 
Lambat, kesalahan besar, mampu mengoreksi 
Cepat, tepat, tidak ada kemampuan
koreksi
6.
Reaksi terhadap  yang berlebihan 
Degradasi 
Kerusakan tiba –
tiba 
7.
Kepintaran 
Analisa, buat keputusan, dll.
Ya / Tidak 

Perbedaan Manusia dan Mesin berdasarkan Kelebihan dan Kekurangan :
a.      Manusia
Kelebihan Manusia adalah :
1)             Mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
2)             Dapat merubah peranan dengan cepat dan teratur
3)             Memungkinkan dapat bekerja dalam kondisi apapun
Kekurangan Manusia adalah :
1)             Mempunyai sifat yg mudah berubah-ubah
2)             Mempunyai sifat ketidakstabilan (cara atau apa yg dihasilkan saat   ini belum tentu sama dengan yg dihasilkan akan datang)
b.      Mesin
Kelebihan Mesin adalah :
1)             Mempunyai sifat relatif lebih stabil
2)             Dapat diatur dengan baik berdasarkan kebutuhan
3)             Dapat melakaukan pekerjaan rutin / massal dengan standar
4)             Dapat melakukan kalkulasi dengan cepat
Kekurangan Mesin adalah :
1)             Tidak daat melakukan koreksi
2)             Tidak dapat melakukan pengembangan sendiri (terbatas pada data              yg tersimpan)
3)             Tidak dapat menerima beban lebih (Overload) maka akan rusak       tiba-tiba.
Disini kita melihat bahwa kelebihan utama manusia dibandingkan dengan mesin adalah sifatnya yang mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Manusia bisa merubah peranannya dengan cepat dan teratur, sehingga memungkinkannya untuk bisa bekerja dalam kondisi apapun. Tetapi sifat yang mudah berubah-ubah dari manusia ini juga membuktikan sifat ketidakstabilan manusia, yaitu cara atau apa yang dihasilkan sekarang belum tentu sama dengan yang dihasilkan pada saat yang akan datang. Hal lain berbeda dengan sifat mesin yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan manusia. Dengan kata lain, sistem manusia-mesin pada hakekatnya akan lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan dan keterbatasan manusia. Dengan mempelajari komponen manusia sebagai salah satu komponen dalam sistem manusia-mesin, maka diharapkan dalam proses perancangan sistem manusia-mesin yang terdiri dari manusia, mesin, peralatan dan lingkungan kerjanya akan dapat diperoleh hasil akhir yang optimal.


C.    Sistem Kerja Manusia-Mesin
Sistem – secara umum – bisa didefinisikan sebagai sekelompok elemen-elemen (yang lazim disebut sub-sistem) yang terorganisir dan memiliki fungsi yang berkaitan erat satu dengan lainnya guna mencapai tujuan bersama yang telah diterapkan sebelumnya. Suatu sistem akan terjadi dalam suatu lingkungan yang akan memberi batasan, dan perubahan-perubahan yang timbul dalam lingkungan ini akan mempengaruhi sistem dan elemen-elemen sistem tersebut.
Sistem manusia mesin merupakan sebuah sistem yg baik biasanya memiliki sifat deterministik yg relatif tertutup. Sehingga sistem dapat diduga yg selalu berjalan tepat seperti seharusnya. Dalam sistem informasi, unsur mesin seperti komputer dan program komputer relatif tertutup dan deterministik. Sedang unsur manusia adalah sistem terbuka dan probabilistik. Pemakaian manusia dan mesin membentuk sebuah sistem manusia-mesin. Sistem manusia-mesin dapat mengandalkan mesin dan memakai manusia hanya sebagai suatu pengawas atas operasi mesin.
Selanjutnya yang dimaksudkan dengan sistem manusia-mesin (man-machine system) ialah kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin, dimana salah satu dengan lainnya akan saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh. Dengan “mesin” maka disini akan diartikan secara luas, yaitu mencakup semua objek fisik seperti mesin, peralatan, perlengkapan, fasilitas dan benda-benda yang biasa dipergunakan manusia dalam melaksanakan kegiatannya. Jelas tampak bahwa sistem biasa diklasifikasikan sebagai closed system dimana manusia disini memegang posisi kunci, karena keputusan akan sangat tergantung pada didirinya. Arus informasi dan arahnya dalam hal ini bisa digambarkan sebagai berikut :
Ø  Display instrument akan mencatat dan memberikan informasi mengenai perkembangan kegiatan/proses produksi yang berlangsung, operator kemudian menyerap informasi ini secara visual (persepsi) dan mencoba menginterpretasikannya secara seksama. Berdasarkan interpretasi yang dilakukan serta pengetahuan yang sebelumnnya sudah dimiliki maka operator (manusia) kemudian mencoba membuat keputusan.
Ø  Langka berikutnya, operator kemudian mencoba mengkomunikasikan keputusan yang telah diambilnya kemesin dengan menggunakan mekanisme kontrol. Instrument kontrol selanjutnya memberikan gambaran (display) mengenai hasil dari tindakan yang telah dilakukan oleh operator, dan selanjutnya sistem kerja mesin akan memberikan proses kegiatan produksi sesuai dengan program yang diberikan oleh operator tersebut. Demikian seterusnya siklus ini akan berulang.


 








Dalam sistem manusia mesin yang dimodelkan secara sederhana dapat terlihat bahwa problematik Ergonomic akan nampak dalam hal persepsi yang bisa diambil oleh manusia (operator) dari instrumen display (mesin) dan handling operations yang dilaksanakan operator pada saat menangani mekanisme kontrol dari mesin. Disini penelitian Ergonomi dapat dilakukan dalam bentuk persepsi visual, bentuk display untuk menampilkan informasi dan rancangan dari mekanisme kontrol mesin itu sendiri. Dalam kaitannya dengan sistem manusia-mesin, dikenal 3 macam hubungan (interaksi) manusia-mesin, yaitu manual man-machine systems, semia utomatic man-machine systems, dan automatic man-manchine systems. Dalam Manual Man-Machine Systems ini masukan (input) akan langsung ditransfomasikan oleh manusia menjadi keluaran (output). Contoh dalam hal ini ialah seorang pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ball-point untuk menulis. Disini manusia masih memegang kendali (control) secara penuh didalam melaksanakan aktivitasnya. Peralatan kerja yang ada hanyalah sekedar menambah kemampuan atau kapabilitasnya didalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Sistem dimana manusia secara penuh sebagai sumber tenaga (power) dan pengendali (control) langsung dikenal sebagai sistem manual.
Metode kerja manusia-mesin adalah suatu sistem yang memanfaatkan manusia sebagai pengendali mesin dalam bekerja. Manusia sangat membutuhkan informasi mengenai kegiatan mesin atau prosesproduksi yang sedang berlangsung. Sehingga dalam hal ini informasi memegang peranan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja. Sistem manusia-mesin adalah kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin dimana salah satunya saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yangdiperoleh. Dan yang dimaksud dengan mesin dalam hal ini mempunyai artiyang luas, yaitu mencakup semua obyek fisik seperti peralatan, perlengkapan, fasilitas dan benda-benda yang bisa digunakan manusia dalam melaksanakan pekerjaannya. (Wignjosoebroto, 2003)
Manusia sebagai operator harus mempunyai kemampuan kerja,kecerdasan, kecepatan dan kecakapan dalam kerja. Hal itu bertujuan untukmencegah waktu menganggur (idle) yang terlalu banyak dan menghilangkanaktivitas kerja yang tidak produktif, sehingga dapat dicapai tingkat produksiyang optimal untuk memenuhi target dalam produksi.
Dalam sistem manusia mesin terdapat dua interface penting, dimana ergonomilah yang memegang peranan penting didalam hubungan tersebut. Interface pertama adalah display yang dapat menghubungkan kondisi mesin pada manusia, kemudian interface kedua adalah control, yang mana manusia dapat menyesuaikan respon dengan feedback yang diperoleh dari display tadi. Jadi antara display dan kontrol harus terdapat interaksi yang saling menyesuaikan. Untuk mendesain interface-interface tersebut mula-mula kita harus memahami beberapa karakteristik penting dari panca indera manusia yaitu penglihatan dan pendengaran yang mempengaruhi pemahaman tentang display dan symbol-simbol(sinyal-sinyal) yang dapat didengar.
Fungsi Pekerja dalam sistem manusia-mesin :
·         Mengerjakan berbagai pekerjaan fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
·         Mengendalikan proses yang dilakukan mesin
·         Saling kerja dalam sam workplace dengan mesin






BAB II
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ø  Macam-macam Hubungan (Interaksi) Manusia – mesin : Sistem manusia – mesin secara Manual, Sistem manusia – mesin secara Semi-otomatis dan Sistem manusia – mesin secara Otomatis.
Ø  sistem manusia-mesin (man-machine system) ialah kombinasi antara satu atau beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin, dimana salah satu dengan lainnya akan saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh.
Ø  Perbedaan Manusia dan Mesin, dapat dibedakan berdasrkan objek dan dapat pula dibedakan berdasarkan kelebihan dan kekurangan.

B.     Saran
Sebaiknya Teknologi dan Sumberdaya Manusia (Tenaga Kerja) dapat di tingkatkan, agar hubungan interaksi antara manusia dan mesin dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam suatu perusahaan.


DAFTAR PUSTAKA

Herawati, Efi. 2008. Analisis Pengaruh Faktor Produksi Modal, Bahan Baku, Tenaga Kerja dan Mesin Terhadap Produksi Glycerine Pada PT. Flora Sawita Chemindo Medan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatra Utara.
Purwanto, Wahyu. 2004. Teknik Tata Cara Kerja Modul Sistem Manusia Mesin. Labotarium Sistem Produksi Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar