Hubungan tenaga Kerja dan Mesin, Perbedaan Manusia dan Mesin
serta Sistem Kerja Manusia-Mesin

Kelompok
6
Zakinah
Wahyu Kaniah ( K111 14 038 )
Dahlia
Nur Ahdiat Dani ( K111 14 047 )
Nurwahidah
( K111 14 048 )
Faradiba
( K111 14 051 )
Farhan
Bilondatu ( K111 14 316 )
Muh.
Arfandi Setiawan ( K111 14 333 )
Shabrina
Fauziah M. ( K111 14 514 )
Departemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fakultas Kesehatan
Masyarakat
Universitas
Hasanuddin
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas perkenaan-Nya makalah yang berjudul “Hubungan tenaga
Kerja dan Mesin, Perbedaan Manusia dan Mesin serta Sistem Kerja Manusia-Mesin”
tahun 2016 dapat diselesaikan.
Dalam penyusunannya, kami
mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah membimbing kami
dalam menyusun makalah. Semoga dapat menuntun kami pada langkah yang lebih baik
lagi.
Meskipun kami berharap isi dari
makalah ini sudah baik, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharap
kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengucapkan
terimakasih, semoga hasil makalah kami ini bermanfaat.
Makassar, 06 Oktober 2016
Penyusun,
Kelompok
6
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL...........................................................................................
KATA
PENGANTAR............................................................................. ii
DAFTAR
ISI............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN........................................................................
2
A. Hubungan Tenaga Kerja dan mesin...................................................... 2
B. Perbedaan Manusia dan Mesin............................................................. 4
C. Sistem Kerja Mansia-Mesin.................................................................. 6
BAB
III PENUTUP ........................................................................................... 10
A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
B. Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap perusahaan dalam melaksanakan proses produksi tidak
dapat hanya mengandalkan pemanfaatan fasilitas
dengan teknologi modern, Karena sistem produksi membutuhkan jasa tenaga
kerja untuk memperlancar proses produksi yang akan bermanfaat bagi masyarakat.
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam proses produksi
untuk menghasilkan barang ataupun jasa disamping factor produksi modal,,
teknologi, dan sumber daya alam.
Perkembangan teknologi saat ini begitu pesatnya, sehingga
peralatan sudah menjadi kebutuhan pokok pada berbagai lapangan pekerjaan.
Artinya peralatan dan teknologi merupakan penunjang yang penting dalam upaya
meningkatkan produktivitas untuk berbagai jenis pekerjaan. Disamping itu disisi
lain akan terjadi dampak negatifnya, bila kita kurang waspada menghadapi bahaya
potensial yang mungkin timbul.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
itu Hubungan Tenaga Kerja dan Mesin?
2. Apa
itu Perbedaan Manusia dan Mesin?
3. Bagaimana
Sistem Kerja Manusia-Mesin?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui Hubungan Tenaga Kerja dan Mesin
2. Untuk
mengetahui Perbedaan Manusia dan Mesin
3. Untuk
mengetahui Sistem Kerja Manusia-Mesin
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Hubungan
Tenaga Kerja dan Mesin
Tenaga
kerja adalah orang yang melaksanakan dan menggerakkan segala
kegiatan, menggunakan peralatan dengan teknologi dalam menghasilkan barang dan
jasa yang bernilai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Skala usaha akan
memengaruhi besar kecilnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya perusahaan
kecil akan membutuhkan jumlah tenaga kerja yang sedikit, dan sebaliknya
perusahaan besar lebih banyak membutuhkan tenaga kerja. Dalam analisis
ketenagakerjaan sering dikaitkan dengan tahapan pekerjaan dalam perusahaan, hal
seperti ini sangat penting untuk melihat alokasi sebaran penggunaan tenaga
kerja selama proses produksi sehingga kelebihan tenaga kerja pada kegiatan
tertentu dapat dihindari.
Mesin
merupakan alat bantu untuk melakukan proses transformasi atau proses pengolahan
dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Mesin sangat memegang peranan
penting dalam proses pengolahan, Karena tanpa adanya mesin, proses produksi
tidak akan efisien, juga hasil yang didapat tidak optimal.Kapasitas mesin
terdiri dari kapasitas terpasang dan kapasitas terpakai. Kapasitas terpasang
merupakan jumlah maksimum dari bahan baku yang dapat diolah oleh mesin
tersebut. Sedangkan kapasitas terpakai merupakan jumlah minimum dari bahan baku
yang dapat diolah oleh mesin.
Macam-macam
Hubungan (Interaksi) Manusia – mesin :
1. Sistem manusia – mesin secara Manual
Ø Masukan
( Input) akan langsung ditransformasikan oleh manusia menjadi keluaran (output)
Ø Manusia
memegang kendali secara penuh dalam menjalankan aktifitas
Ø Mesin
hanya sekedar menambah kemampuan dalam menyelesaikan
aktifitas.
Ø Manusia
sebagai sumber tenaga (Power) dan sekaligus fungsi kendali (Control).
2. Sistem manusia – mesin secara Semi-otomatis
Ø Adanya
mekanisme khusus yg akan mengolah masukan (input) atau informasi dari luar sebelum masuk kedalam system manusia
Ø Reaksi
yg berasal dari Sistem Manusia akan diolah atau dikontrol terlebih dahulu melalui suatu mekanisme
tertentu, sebelum suatu output
berhasil diproses oleh mesin
Ø Mesin
yg memberikan sumber tenanga (Power) - Manusia yg melakukan proses kendali (Control).
3. Sistem manusia – mesin secara Otomatis
Ø Mesin
memegang peranan penuh secara langsung.
Ø Mesin
sebagai penerima rangsangan dari luar.
Ø Mesin
juga sebagai pengendali aktifitas .
Ø Manusia
hanya memonitor agar mesin dapat bekerja secara baik.
Ø Manusia
dapat memasukan data atau mengganti program apabila diperlukan.
Ø Mesin
berfungsi penuh sebagai sumber tenanga (Power) & Pengendali (Control) aktifitas.

B.
Perbedaan
Manusia dan Mesin
Tabel Perbedaan Manusia dan Mesin berdasarkan objek :
|
No.
|
Obyek
|
Manusia
|
Mesin
|
|
1.
|
Kecepatan kerja
|
Lambat
|
Cepat
|
|
2.
|
Tenaga
|
Kecil, terbatas, berubah
|
Dapat diatur, besar, tetap
|
|
3.
|
Keseragaman
|
Tidak dapat diandalkan
|
Dapat
|
|
4.
|
Ingatan
|
Bermacam – macam
|
Tertentu
|
|
5.
|
Kalkulasi
|
Lambat, kesalahan besar, mampu
mengoreksi
|
Cepat, tepat, tidak ada kemampuan
koreksi
|
|
6.
|
Reaksi terhadap yang berlebihan
|
Degradasi
|
Kerusakan tiba –
tiba
|
|
7.
|
Kepintaran
|
Analisa, buat keputusan, dll.
|
Ya / Tidak
|
Perbedaan
Manusia dan Mesin berdasarkan Kelebihan dan Kekurangan :
a.
Manusia
Kelebihan Manusia adalah :
1)
Mudah untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan
2)
Dapat merubah peranan dengan cepat dan
teratur
3)
Memungkinkan dapat bekerja dalam
kondisi apapun
Kekurangan
Manusia adalah :
1)
Mempunyai sifat yg mudah berubah-ubah
2)
Mempunyai sifat ketidakstabilan (cara
atau apa yg dihasilkan saat ini
belum tentu sama dengan yg dihasilkan akan datang)
b.
Mesin
Kelebihan Mesin
adalah :
1)
Mempunyai sifat relatif lebih stabil
2)
Dapat diatur dengan baik berdasarkan
kebutuhan
3)
Dapat melakaukan pekerjaan rutin /
massal dengan standar
4)
Dapat melakukan kalkulasi dengan cepat
Kekurangan Mesin
adalah :
1)
Tidak daat melakukan koreksi
2)
Tidak dapat melakukan pengembangan
sendiri (terbatas pada data yg
tersimpan)
3)
Tidak dapat menerima beban lebih
(Overload) maka akan rusak tiba-tiba.
Disini kita melihat bahwa kelebihan
utama manusia dibandingkan dengan mesin adalah sifatnya yang mudah untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Manusia bisa merubah peranannya dengan
cepat dan teratur, sehingga memungkinkannya untuk bisa bekerja dalam kondisi
apapun. Tetapi sifat yang mudah berubah-ubah dari manusia ini juga membuktikan
sifat ketidakstabilan manusia, yaitu cara atau apa yang dihasilkan sekarang
belum tentu sama dengan yang dihasilkan pada saat yang akan datang. Hal lain
berbeda dengan sifat mesin yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan
manusia. Dengan kata lain, sistem manusia-mesin pada hakekatnya akan lebih
banyak dipengaruhi oleh kemampuan dan keterbatasan manusia. Dengan mempelajari
komponen manusia sebagai salah satu komponen dalam sistem manusia-mesin, maka
diharapkan dalam proses perancangan sistem manusia-mesin yang terdiri dari
manusia, mesin, peralatan dan lingkungan kerjanya akan dapat diperoleh hasil
akhir yang optimal.
C.
Sistem
Kerja Manusia-Mesin
Sistem – secara umum – bisa didefinisikan sebagai sekelompok
elemen-elemen (yang lazim disebut sub-sistem) yang terorganisir dan memiliki
fungsi yang berkaitan erat satu dengan lainnya guna mencapai tujuan bersama
yang telah diterapkan sebelumnya. Suatu sistem akan terjadi dalam suatu
lingkungan yang akan memberi batasan, dan perubahan-perubahan yang timbul dalam
lingkungan ini akan mempengaruhi sistem dan elemen-elemen sistem tersebut.
Sistem manusia mesin merupakan sebuah sistem yg baik
biasanya memiliki sifat deterministik yg relatif tertutup. Sehingga sistem
dapat diduga yg selalu berjalan tepat seperti seharusnya. Dalam sistem
informasi, unsur mesin seperti komputer dan program komputer relatif tertutup
dan deterministik. Sedang unsur manusia adalah sistem terbuka dan
probabilistik. Pemakaian manusia dan mesin membentuk sebuah sistem
manusia-mesin. Sistem manusia-mesin dapat mengandalkan mesin dan memakai
manusia hanya sebagai suatu pengawas atas operasi mesin.
Selanjutnya yang dimaksudkan dengan
sistem manusia-mesin (man-machine system) ialah kombinasi antara satu atau
beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin, dimana salah satu dengan
lainnya akan saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran
berdasarkan masukan-masukan yang diperoleh. Dengan “mesin” maka disini akan
diartikan secara luas, yaitu mencakup semua objek fisik seperti mesin,
peralatan, perlengkapan, fasilitas dan benda-benda yang biasa dipergunakan
manusia dalam melaksanakan kegiatannya. Jelas tampak bahwa sistem biasa
diklasifikasikan sebagai closed system dimana manusia disini memegang posisi
kunci, karena keputusan akan sangat tergantung pada didirinya. Arus informasi
dan arahnya dalam hal ini bisa digambarkan sebagai berikut :
Ø Display
instrument akan mencatat dan memberikan informasi mengenai perkembangan
kegiatan/proses produksi yang berlangsung, operator kemudian menyerap informasi
ini secara visual (persepsi) dan mencoba menginterpretasikannya secara seksama.
Berdasarkan interpretasi yang dilakukan serta pengetahuan yang sebelumnnya
sudah dimiliki maka operator (manusia) kemudian mencoba membuat keputusan.
Ø Langka
berikutnya, operator kemudian mencoba mengkomunikasikan keputusan yang telah
diambilnya kemesin dengan menggunakan mekanisme kontrol. Instrument kontrol
selanjutnya memberikan gambaran (display) mengenai hasil dari tindakan yang
telah dilakukan oleh operator, dan selanjutnya sistem kerja mesin akan
memberikan proses kegiatan produksi sesuai dengan program yang diberikan oleh
operator tersebut. Demikian seterusnya siklus ini akan berulang.
![]() |
Dalam sistem manusia mesin yang dimodelkan secara sederhana
dapat terlihat bahwa problematik Ergonomic akan nampak dalam hal persepsi yang
bisa diambil oleh manusia (operator) dari instrumen display (mesin) dan
handling operations yang dilaksanakan operator pada saat menangani mekanisme
kontrol dari mesin. Disini penelitian Ergonomi dapat dilakukan dalam bentuk
persepsi visual, bentuk display untuk menampilkan informasi dan rancangan dari
mekanisme kontrol mesin itu sendiri. Dalam kaitannya dengan sistem manusia-mesin,
dikenal 3 macam hubungan (interaksi) manusia-mesin, yaitu manual man-machine
systems, semia utomatic man-machine systems, dan automatic man-manchine
systems. Dalam Manual Man-Machine Systems ini masukan (input) akan langsung
ditransfomasikan oleh manusia menjadi keluaran (output). Contoh dalam hal ini
ialah seorang pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan peralatan
sederhana seperti ball-point untuk menulis. Disini manusia masih memegang
kendali (control) secara penuh didalam melaksanakan aktivitasnya. Peralatan
kerja yang ada hanyalah sekedar menambah kemampuan atau kapabilitasnya didalam
menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Sistem dimana manusia secara
penuh sebagai sumber tenaga (power) dan pengendali (control) langsung dikenal
sebagai sistem manual.
Metode kerja manusia-mesin adalah suatu sistem yang memanfaatkan
manusia sebagai pengendali mesin dalam bekerja. Manusia sangat membutuhkan
informasi mengenai kegiatan mesin atau prosesproduksi yang sedang berlangsung.
Sehingga dalam hal ini informasi memegang peranan penting untuk meningkatkan
efisiensi kerja. Sistem manusia-mesin adalah kombinasi antara satu atau
beberapa manusia dengan satu atau beberapa mesin dimana salah satunya saling
berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan masukan-masukan
yangdiperoleh. Dan yang dimaksud dengan mesin dalam hal ini mempunyai artiyang
luas, yaitu mencakup semua obyek fisik seperti peralatan, perlengkapan,
fasilitas dan benda-benda yang bisa digunakan manusia dalam melaksanakan
pekerjaannya. (Wignjosoebroto, 2003)
Manusia sebagai operator harus mempunyai kemampuan
kerja,kecerdasan, kecepatan dan kecakapan dalam kerja. Hal itu bertujuan
untukmencegah waktu menganggur (idle) yang terlalu banyak dan
menghilangkanaktivitas kerja yang tidak produktif, sehingga dapat dicapai
tingkat produksiyang optimal untuk memenuhi target dalam produksi.
Dalam sistem manusia
mesin terdapat dua interface penting, dimana ergonomilah yang memegang peranan
penting didalam hubungan tersebut. Interface pertama adalah display yang dapat
menghubungkan kondisi mesin pada manusia, kemudian interface kedua adalah
control, yang mana manusia dapat menyesuaikan respon dengan feedback yang
diperoleh dari display tadi. Jadi antara display dan kontrol harus terdapat
interaksi yang saling menyesuaikan. Untuk mendesain interface-interface
tersebut mula-mula kita harus memahami beberapa karakteristik penting dari
panca indera manusia yaitu penglihatan dan pendengaran yang mempengaruhi
pemahaman tentang display dan symbol-simbol(sinyal-sinyal) yang dapat didengar.
Fungsi
Pekerja dalam sistem manusia-mesin :
·
Mengerjakan berbagai pekerjaan fisik
yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
·
Mengendalikan proses yang dilakukan
mesin
·
Saling kerja dalam sam workplace dengan
mesin
BAB II
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ø Macam-macam
Hubungan (Interaksi) Manusia – mesin : Sistem manusia – mesin secara Manual,
Sistem manusia – mesin secara Semi-otomatis dan Sistem manusia
– mesin secara Otomatis.
Ø sistem
manusia-mesin (man-machine system) ialah kombinasi antara satu atau beberapa
manusia dengan satu atau beberapa mesin, dimana salah satu dengan lainnya akan
saling berinteraksi untuk menghasilkan keluaran-keluaran berdasarkan
masukan-masukan yang diperoleh.
Ø Perbedaan
Manusia dan Mesin, dapat dibedakan berdasrkan objek dan dapat pula dibedakan
berdasarkan kelebihan dan kekurangan.
B.
Saran
Sebaiknya
Teknologi dan Sumberdaya Manusia (Tenaga Kerja) dapat di tingkatkan, agar
hubungan interaksi antara manusia dan mesin dapat berjalan dengan baik sehingga
dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam suatu perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Herawati, Efi. 2008. Analisis Pengaruh Faktor Produksi
Modal, Bahan Baku, Tenaga Kerja dan Mesin Terhadap Produksi Glycerine Pada PT.
Flora Sawita Chemindo Medan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatra
Utara.
Purwanto, Wahyu. 2004. Teknik Tata Cara Kerja Modul Sistem
Manusia Mesin. Labotarium Sistem Produksi Jurusan Teknologi Industri Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar